Langsung ke konten utama

Balada Dusta Angkara


Aku menutupi kebohongan dengan ledakan emosi, berharap dia berhenti menelanjangiku dengan kenyataan yang tak dapat kusembunyikan lagi.

Brakk !!!! 

Sejenak om Gee berhenti memandangi layar laptop dan coba memasang telinga lebih tajam. Perlahan dia menyingkap tirai jendela sekedar untuk menatap keluar arah suara tadi terdengar

Sepertinya ada sebuah anomali didalam suasana hening nya komplek yang mana warganya sudah mulai bersiap  tarik selimut masuk ke peraduannya masing-masing.

Begitu pula om Gee pun tak mau kalah mulai menggiring masuk sang Satria Fufu Fafa kedalam rumah, namun sebelum sempat mendorong kedalam dari balik pagar muncul Magdalena Marsose yang suka marah-marah soal sepele yang terlihat pucat dan shock

Dan ternyata itulah sumber suara yang didengar oleh si Om, sebuah ilustrasi pertengkaran dalam sebuah biduk yang mulai retak karena Dusta Berbalut Angkara

Bersukurlah kau masih bicara denganku dalam balutan daging segar tanpa gores, karena banyak diluar sana hanya tinggal balutan kafan tanpa suara. Itu semua karena eskalasi angkara menjadi rajapati yang seharusnya tak perlu terjadi

Postingan populer dari blog ini

Guwe Pasti Bayar

  Jadi sejak awal komitmen guwe buat mendeklarasikan perang sama tentara Allah dengan mengambil riba waktu beli rumah adalah "Harus Lunas, Karena Guwe Pasti Bayar" walaupun dalam perjalanannya begitu babak belur ibarat naek motor gak berenti-berenti sampe biji peler lo kesemutan... faham kan rasanya

Aku Bicara Dari Hati

Jangan terjebak dengan istilah yang mangaburkan makna dalam sebuah perhitungan yang tidak ada satuan untuk mengukurnya. Karena anomali dari situasi tersebut akan membuat sebuah plot twist yang sangat membagongkan.